Jumat, 14 Maret 2014

Apasih Bahasa Alay


Alay adalah singkatan dari Anak Lebay. Jika bicara tentang Alay hal yang terlintas dipikiran kita adalah remaja. Yaa remaja layaknya tokoh utama dalam bahasan ini. Seperti kita ketahui remaja zaman sekarang sangat amat berbeda dengan remaja zaman dahulu, zaman nenek kakek kita. Mulai dari perilaku, perbuatan, kesopanan serta cara berbicara dalam mengungkapkan isi hati. Kali ini kita akan membahas cara berbicara para remaja. Cekidot ….

Add caption

Ada apa dengan cara berbicara remaja zaman sekarang ? Menurut artikel yang ditulis beberapa ahli atau pemerhati tata bahasa, remaja kini sangat lemah dalam penggunanaan tata bahasa yang baik dan benar. Salah salah satu contohnya adalah Bahasa Alay. Kembali pada hakikat Alay yaitu sesuatu yang berlebihan entah itu cara berperilaku, cara berpakain, terutama cara bicara yang seringkali disebut Bahasa Alay. Jadi Bahasa Alay adalah bahasa yang berlebihan. Bahasa Alay biasanya disingkat singkat, penggunaan huruf besar dan angka, serta ada beberapa kata yang dilebih lebihkan. Menurut para ahli bahasa, gaya Bahasa Alay sering terputus-putus, berantakan dan tidak teratur. Contohnya saat menulisakan SMS, style nya seperti orang berdialog  sehingga pesan yang disampaikan tidak utuh. Sebenarnya Bahasa Alay timbul akibat kebisaan dan kondisi lingkungan yang mendukungnya. Menurut hasil survey yang saya lakukan, Bahasa Alay kebanyakan menyerang para pelajar SMP sederajat. Biasanya Bahasa Alay digunakan saat percakapan via ponsel, social media atau saat kumpul dengan teman-teman. Sayangnya tidak semua kalangan bisa mengerti dan memahami bahasa ini. Hanya komunitas atau orang-orang yang akrab saja yang biasa menggunakan bahasa ini. Namun seringkali bahasa ini tidak digunakan pada tempatnya, banyak remaja yang menggunakan Bahasa Alay saat berbicara pada orang yang lebih tua, misalnya pada guru dan orang tua. Padahal seharusnya pemakaian Bahasa Alay harus sesuai situasi, kondisi, konteks dan siapa lawan bicaranya. Jika pemakaiannya kepada guru atau orang yang lebih tua akan rawan timbul kesalahpahaman dan kesannya tidak sopan. Maka sebaiknya Bahasa Alay digunakan saat suasana santai dengan lawan bicara teman-teman yang sudah akrab dan mengerti Bahasa Alay yang sehari-hari diucapkan. Dengan begitu tidak akan terjadi miskomunikasi. Namun ada beberapa orang yang berpendapat bahwa Bahasa Alay bahasa yang tidak efektif, perlu berpikir keras untuk membacanya. Yaa!  Mungkin saya sendiri pernah mengalaminya. Memang Bahasa Alay seperti bahasa yang tak lazim. Apalagi bagi generasi tua sebelum kita.


Namun kita tidak boleh melihat Bahasa Alay dari satu sisi saja, itu namanya melihat dengan sebelah mata. Mengapa saya katakan begitu ? Karena bahasa alay tidak selamanya berdampak negative. Seperti kata Pepatah ‘Sebanyak-Banyak Keburukan Pasti Disitu Tersimpan Kebaikan’. Sama halnya dengan Bahasa Alay, ia menjadi positif apabila dikondisikan pada lingkungan yang positif, karena lingkungan sangat berpengaruh bukan ?. Bahasa Alay adalah suatu bentuk kreativitas berbahasa. Karena dalam bahasa itu terdapat pencampuran antara huruf kecil, kapital dan angka. Padahal tidak pernah ada kan sekolah yang mengajarkan perncampuran huruf dan angka semacam itu, bahkan di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonsia)pun tak pernah ada. Atau mungkin dari orang tua ?, tentu saja tidak. Mereka yang membuat sendiri, dengan kekreatifitasan mereka sehingga mampu mengolah bahasa semacam itu. Bagaimana tidak, dengan fasihnya mereka menggunakan bahasa itu di kehidupan sehari hari. Seperti sudah khatam.
Yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana Bahasa Alay tersebut menjadi sesuatu yang positif. Tanpa kita sadari, banyaknya remaja-remaja Alay yang kreatif ini dapat membuat perubahan terutama di Indonesia ini. Kita bisa memanfaatkan kekreatifitasan mereka ini di jalan yang benar, yaitu dengan membuka suatu kewirausahaan dengan ide-ide inovatif dan kreatif dari mereka. Dengan begitu dapat menarik banyak pengangguran di negeri ini, sehingga dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Besar sekali peran yang dapat mereka ambil. Memang, belum banyak yang berpikiran ke arah sana. Namun jika tidak dimulai dari pribadi kita sendiri, lalu siapa yang akan memulainya ? Tidak seharusnya kan kita terpuruk seperti ini. Maka dari itu sebagai remaja yang kreatif dan inovatif kita wajib membuat suatu perubahan untuk negeri kita tecinta ini.
Semua hal pasti ada keuntungan dan kerugian, ada manfaat dan ada risiko juga ada dampak positif dan dampak negatif yang timbul dari hal itu sendiri. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapinya. Menyikapinya dan membawanya pada jalan yang benar bukan menuju jalan yang salah. Namun kita tak perlu khawatir, cukup  selalu berpikir positif. Maka pikiran positif itu yang akan menuntun kita menuju jalan kebenaran.


Gambar diatas adalah kutipan kosakata yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Alay.