Cut Tiara / X MIPA 2
Tasya Fadillah / X MIPA 2
Azhar Nasywa Imtiyaz / XI MIPA 1
SMA NEGERI 1 SURABAYA
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Sehingga
kami dapat menyelesaikan KARYA TULIS ILMIAH mengenai masalah dalam proses pembelajaran ini dengan tepat waktu.
Belajar sudah menjadi hal yang biasa bagi pelajar. Dalam
proses pembelajaran tidak selalu berjalan lancar, pasti ada banyak sekali
hambatan dan gangguan. Salah satunya adalah kejenuhan. Kejenuhan seringkali
melanda para pelajar, mulai dari tingkatan rendah seperti TK (Taman kanak-kanak) sampai yang tingkatan sekolah tinggi yaitu
para mahasiswa. Hal ini mungkin sangat
sepele, tetapi sangat berpengaruh bagi orang yang bersangkutan, baik saat
proses pembelajaran berlangsung maupun hasil yang akan diperoleh nantinya. Memang kejenuhan ini tidak dapat terlepas dari
kegiatan belajar karena merupakan proses alamiah yang pasti akan terjadi,
tetapi setidaknya diperlukannya upaya untuk memanggulangi atau meminimalisir
sesegera mungkin agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik,
maksimal, lancar dan menuai hasil yang baik pula.
Tujuan kami membuat karya tulis ini untuk berbagi wawasan
dan informasi kepada pembaca. Tentu saja karya tulis ini masih mempunyai banyak
kekurangan dan kesalahan, karena itu kepada para pembaca dimohon kritik dan
saran yang bersifat membangun demi bertambahnya wawasan kami di bidang ini.
Semoga apa yang kami tulis disini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi
pembaca, serta dapat senantiasa mengevaluasi diri untuk dapat lebih maju dan
menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Diucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
membantu, hingga selesai karya tulis ini. Semoga karya tulis ini benar-benar
bermanfaat.
Surabaya, 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………….…..i
KATA
PENGANTAR……………………………………………………….....…..…...ii
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………….……..iii
BAB
I PENDAHULUAN…………………………………………………...…....1
- Latar belakang………………………………………………………..……..…....1
- Rumusan Masalah……………………………………………………....……......1
- Tujuan…………………………………………………………………………....2
- Metode dan teknik penelitian………………………………………………….....2
- Sistematika penulisan…………….…………………………………………..…..2
- Landasan Teori………………………………………………………………..….2
BAB II
PEMBAHASAN
- Bentuk kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas…………...………....….4
- Penyebab kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas ………………...…....5
- Cara mengatasi kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas……………...…7
BAB
III PENUTUP……………………………………………………………...….8
- Kesimpulan………………………………………………………….…...………8
- Saran …………………………………………………………………………….8
DAFTAR
PUSTAKA ……………………………………………………………....…..9
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Belajar sudah menjadi rutinitas bagi para pelajar.
Bahkan menjadi tuntutan dalam kehidupan seorang pelajar. Dalam belajar
seringkali kita mendapat gangguan ataupun godaan. Salah satunya adalah kejenuhan dalam belajar. Kondisi ini
tentu sangat mengganggu dalam proses pembelajaran. Terutama efeknya bagi
pelajar itu sendiri, yakni membuat proses belajarnya tidak efektif dan efisien serta akan merasa bahwa dia telah menyia-nyiakankan usahanya.
Sebenarnya
kondisi ini merupakan hal kecil dalam proses pembeljaran namun jika hal kecil
ini tidak diatasi maka akan sangat mempengaruhi proses pembelajaran itu sendiri
dan hasilnya kelak. Oleh sebab itu usaha untuk menanggulangi kondisi ini harus
dilakukan sesegera mungkin agar nantinya proses pembelajaran akan berjalan
dengan efektif, efisien dan membuahkan hasil yang baik.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana bentuk/efek kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas ?
2.
Apa penyebab kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas ?
3.
Bagaimana cara mengatasi kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas ?
TUJUAN PENELITIAN
1.
Mengetahui bentuk/efek kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas
2.
Mengetahui penyebab kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas
3.
Mengetahui cara mengatasi kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas
METODE PENELITIAN
Untuk mendapatkan data dan informasi
yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun
teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Teknik
pustaka. Pada metode ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang
berhubungan dengan penulisan karya ilmiah yang berkaitan dengan masalah
lingkungan hidup.
SISTEMATIKA PENULISAN
Pada karya tulis ilmiah ini, penulis akan
menjelaskan hasil penelitian di lapangan dimulai dengan bab pendahuluan. Bab
ini meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan metode penelitian
serta sistematika penulisan. Bab selanjutnya adalah pembahasan penelitian. Dan
bab yang terakhir adalah penutup atau kesimpulan.
LANDASAN TEORI
Kejenuhan belajar ialah rentang waktu
tertentu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil (Reber,
1988).
Kejenuhan didefinisikan sebagai keletihan fisik, emosi dan mental yang
terjadi dalam waktu yang panjang atas keterlibatan dengan orang-orang
dalam berbagai situasi emosional yang menegangkan (Pines &
Aronson (Silvar, 2001)). Kejenuhan
adalah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun. Jenuh yakni
jemu atau bosan. Kejenuhan dalam belajar adalah rentang waktu tertentu yang
digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil.
Kemunculan kejenuhan
belajar
bermula dari proses pengulangan kegiatan belajar dalam waktu yang panjang
dan tidak menghasilkan prestasi yang memuaskan.
Sehingga, muncul merasaan letih pada individu baik secara fisik maupun psikis. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan belajar merasa
seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari belajar tidak ada
kemajuan. Seorang siswa yang sedang dalam keadaan jenuh sistem akalnya tidak dapat
bekerja sebagaimana yang diharapkan sehingga kemajuan belajarnya seakan-akan
“jalan di tempat”.
Dalam penelitiannya, Maslach & Leiter
(Yen-Jang, 2004) menunjukkan bahwa kejenuhan belajar terjadi karena beberapa
faktor seperti kurangnya
penghargaan, kurangnya pengawasan, beban tugas akademis
yang berlebihan, konflik nilai, kurangnya keadilan, kurangnya
persamaan dapat membuat seseorang mengalami kejenuhan
.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1.
Bentuk kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas
Kejenuhan belajar adalah masalah yang banyak dialami oleh
para pelajar dan mahasiswa di mana akibat serius dari masalah tsb adalah
menurunnya motivasi belajar, timbulnya rasa malas yang berat, dan menurunnya
prestasi belajar.
Berikut merupakan bentuk atau efek dari kejenuhan
1. Mengantuk dan tidur
Mengantuk merupakan salah satu akibat
dari kejenuhan. Mengantuk dapat terjadi ketika suasana kelas sedang membosankan
sehingga membuat siswa bosan dan merasa tidak memiliki kegiatan. Hal itu
membuat mereka malas bergerak.
2.
Tidak Fokus
Fokus bagi siswa dapat tercipta karena mereka mendapatkan
materi yang menarik. Fokus tidak mudah untuk didapatkan karena membutuhkan
konsenterasi tinggi. Namun, keadaan tidak fokus dapat terjadi karena beberapa
faktor. Salah satunya adalah kejenuhan.
Siswa akan merasa jenuh jika mendapatkan materi yang
membosankan dan tidak menarik, sehingga terciptalah keadaan dimana siswa
tersebut menjadi tidak fokus pada materi yang disampaikan.
3. Bermain Ponsel
Ketika seorang siswa merasa jenuh dengan materi yang
disampaikan maka mereka akan mulai tidak fokus dan merasa bosan. Untuk mengusir
rasa bosan itu biasanya siswa akan membuka ponsel dan bermain game maupun
jejaring sosial.
4. Mencoret-coret Meja
dan Tembok
Ketika seorang siswa merasa jenuh, mereka akan melakukan
hal hal yang dapat menghilangkan rasa jenuh tersebut.Salah satunya dengan
mencoret-coret meja, dan tembok. Biasanya mereka akan menulis apa yang
terlintas dipikiran mereka. Misalnya seperti petikan lirik lagu, ataupun
curahan isi hati.
2.
Penyebab kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas
Kejenuhan pada
umumnya disebabkan oleh aktifitas rutin yang dilakukan dengan cara yang monoton
atau tidak berubah-ubah, dalam waktu lama.
Dengan
demikian kejenuhan belajar biasanya sering menghinggapi pelajar, terutama
didalam kelas.
Berbagai penyebab kejenuhan belajar dalam kelas yang
perlu diketahui di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Pengajaran guru yang monoton
Guru merupakan bagian terpenting dalam proses
pembelajaran. Guru yang baik akan menciptakan kreativitas dalam cara
mengajarnya. Terkadang hal tersebut disepelekan oleh banyak guru. Sehingga
mereka menerapkan metode pembelajaran yang monoton. Seperti metode lama, yakni
ceramah. Metode ceramah adalah metode paling tua, paling mudah, paling sering
digunakan, namun tidak berarti paling efektif dalam pembelajaran . Karena
pembelajaran yang monoton tersebut akan menciptakan suasana membosankan dalam
kelas. Dan ini akan membuat siswa cepat jenuh.
2.
Lelah
Kondisi tidak fit dan lelah dapat membuyarkan
konsentrasi siswa saat belajar. karena buyarnya konsentrasi tersebut
mengakibatkan siswa menjadi malas dan mudah bosan.
3. Lapar
Makan merupakan salah satu sumber energi bagi setiap
manusia. Sumber energi tersebut berguna bagi aktivitas kita, tak terkecuali
berpikir. Berpikir membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan itu akan menguras
energi kita. Apabila disaat kita berpikir, perut kita kosong maka itu akan membuyarkan
konsentrasi kita dan menjadi tidak fokus. Hal tersebut yang menyebabkan kita
harus sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah. Oleh karena itu sangat
penting dan perlunya asupan makanan yang kaya gizi dan nutrisi dalam kelancaran
proses pembelajaran.
4. Kurangnya asupan oksigen
Ketika belajar otak kita senantiasa bekerja. Dalam
bekerja otak membutuhkan darah yang kaya oksigen. Belajar terlalu lama
menyebabkan otak kita bekerja terlalu keras dan memaksa. Jika tidak segera
diberikan asupan oksigen maka efek bagi orang yang bersangkutan adalah
merasakan kejemuan atau kejenuhan karena saat itu otak tidak dapat bekerja
maksimal. Sehingga menjadi seringnya menguap dan pada akhirnya akan mengantuk
dan tidur.
3. Cara mengatasi kejenuhan dalam proses
pembelajaran di kelas
- Pengubahan atau penataan kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahan posisi meja tulis, lemari, rak buku, alat-alat perlengkapan belajar dan sebagainya sampai memungkinkan siswa merasa berada di sebuah kamar baru yang lebih menyenangkan untuk belajar.
- Pengubahan cara mengajar guru menjadi lebih kreatif, inovatif dan inspiratif. Dengan cara mengoperasikan model, metode dan strategi pembelajaran, tentunya yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa. Menggunakan model-model pembelajaran yang bervariatif, tidak monoton seperti, video, ppt, analogi. Siswa akan nampak tertarik bila pelajaran dapat dikemas dengan semenarik mungkin.
- Lebih banyak melibatkan siswa (student center) dalam proses pembelajaran di kelas. Sehingga siswa aktif dalam kelas. Contohnya seperti kuis, presentasi dsb.
- Membuat suasana di kelas tidak terlalu tegang, misalnya dengan diselingi guyonan disaat menerangkan, atau games-games yang dapat me-refresh pikiran siswa yang mengalami kejenuhan.
- Menghindari
adanya ketegangan mental di saat belajar dalam kelas.
-
BAB III
PENUTUPKesimpulanKejenuhan sudah menjadi hal yang biasa bagi para pelajar. Karena kondisi itu merupakan dinamika dalam proses pembelajaran. Kejenuhan seringkali melanda siswa saat proses pembelajaran terutama di kelas. Misalnya rasa mengantuk, bermain gadget, bahkan sampai mencoret-coret di sembarang tempat.Penyebab yang paling dominan, karena suasana kelas dan proses pembelajaran yang terlalu monoton dan tidak memotivasi siswa untuk giat belajar.Jika hal ini tidak segera diatasi maka akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan proses pembelajaran dan hasil yang diperoleh kelak. Oleh sebab itu diperlukannya kerjasama yang baik aatara guru dan murid guna menciptakan suasana belajar mengajar menjadi efektif, efisien dan menyenangkan.SaranPenulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan dari segi materi, isi materi, bahasa dan bukti serta data-data yang menyangkut materi tentang kejenuhan dalam proses pembelajaran siswa di kelas. Untuk itu penulis meminta saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun agar dapat lebih sempurna untuk penulisan berikutnya. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.DAFTAR PUSTAKA
